Mencoba menerapkan tehnik dasar cat air pada proses batik lukis dengan menggunakan bahan pewarna batik dan prosesnya.
Pertama saya memilih pewarna remasol yang memiliki kelengkapan dan warna yang cerah. Mencampurnya dengan bahan pengental manotex secukupnya agar warna yang dikuaskan ke kain tidak meleber ke tempat yang tidak diinginkan.
Setelah gambar selesai sempurna di fiksasi menggunakan waterglass yang sudah dicairkan dengan air biasa secukupnya, hingga kering kemudian di cuci bersih.
Kedua, setelah kering, gambar teratai yang sudah jadi di blok menggunakan lilin batik atau bisa disebut 'malam' (wax).
Ketiga, memberikan warna hijau pada latar kemudian difiksasi lagi, kering lalu di cuci lagi dengan air.
Keempat, blok warna latar menggunakan malam parafin yang bersifat mudah pecah untuk memberikan tekstur pecah pada latar hijau yang diinginkan, mungkin perlu diperhatikan pada gambar di samping, pengeblokan parafin hanya pada warna hijau yang ada di gambar.
Kelima, kuaskan warna gelap, di sini saya pilih warna hitam untuk lokasi bawah dan cokelat tua di lokasi atas, usapkan merata keseluruh permukaan gambar, sehingga retakan-retakan parafin terwarnai, jika hanya menggunakan satu pilihan warna akan lebih baik melalui proses pencelupan untuk memperoleh hasil sempurna.
Keenam, fiksasi lagi, dan cuci kembali.
Terakhir, prsoses pelorodan, siapkan panci sedang, penuhi dengan air, rebus hingga mendidih dan masukkan waterglass atau soda abu secukupnya, untuk mempermudah melepaskan lilin. Masukkan gambar ke panci yang sudah mendidih hingga semua malam terlepas. Cuci bersih, keringkan, dan....inilah hasilnya!
Semoga bisa menjadi salah satu tambahan referensi pengetahuan batik anda.
Rabu, 09 Agustus 2023
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 komentar :
Posting Komentar