Rabu, 09 Agustus 2023

realism batik painting pink lotus

Mencoba menerapkan tehnik dasar cat air pada proses batik lukis dengan menggunakan bahan pewarna batik dan prosesnya.

Pertama saya memilih pewarna remasol yang memiliki kelengkapan dan warna yang cerah. Mencampurnya dengan bahan pengental manotex secukupnya agar warna yang dikuaskan ke kain tidak meleber ke tempat yang tidak diinginkan.

Setelah gambar selesai sempurna di fiksasi menggunakan waterglass yang sudah dicairkan dengan air biasa secukupnya, hingga kering kemudian di cuci bersih.

Kedua, setelah kering, gambar teratai yang sudah jadi di blok menggunakan lilin batik atau bisa disebut 'malam' (wax). 

Ketiga, memberikan warna hijau pada latar kemudian difiksasi lagi, kering lalu di cuci lagi dengan air.

Keempat, blok warna latar menggunakan malam parafin yang bersifat mudah pecah untuk memberikan tekstur pecah pada latar hijau yang diinginkan, mungkin perlu diperhatikan pada gambar di samping, pengeblokan parafin hanya pada warna hijau yang ada di gambar.

Kelima, kuaskan warna gelap, di sini saya pilih warna hitam untuk lokasi bawah dan cokelat tua di lokasi atas, usapkan merata keseluruh permukaan gambar, sehingga retakan-retakan parafin terwarnai, jika hanya menggunakan satu pilihan warna akan lebih baik melalui proses pencelupan untuk memperoleh hasil sempurna.

Keenam, fiksasi lagi, dan cuci kembali.

Terakhir, prsoses pelorodan, siapkan panci sedang, penuhi dengan air, rebus hingga mendidih dan masukkan waterglass atau soda abu secukupnya, untuk mempermudah melepaskan lilin. Masukkan gambar ke panci yang sudah mendidih hingga semua malam terlepas. Cuci bersih, keringkan, dan....inilah hasilnya! 

Semoga bisa menjadi salah satu tambahan referensi pengetahuan batik anda.



Senin, 16 Februari 2015

yellow cracking batik painting

Kali ini saya coba membuat sebuah gambar dengan tehnik seperti yang lalu tetapi menggunakan outline warna hitam.

Garis hitam pada proses batik memiliki kerumitan tersendiri, karena fungsi canting dalam batik adalah untuk membuat garis putih. Maka di sini ada dua cara untuk mendapatkan garis hitam pada batik

Pertama, adalah tehnik cabut warna, biasanya menggunakan bahan warna naptol rebus, yaitu campuran pewarna batik yang bisa dibeli di toko bahan batik, caranya dengan perebusan. Gunakan panci sedang untuk merebus air secukupnya, sesuai kebutuhan berapa banyak kain yang akan diwarnai hitam. Masukkan bahan naptol, tunggu hingga mendidih, masukkan kain. Kira-kira selama 15 - 30 menit, tergantung ketebalan dan panjang kain.
Angkat dan cuci dengan air, keringkan.

Setelah kering gambar pola bunga atau semua garis yang nantinya menjadi garis hitam yang diinginkan menggunakan kapur jahit. Canting keseluruhan garis tadi dengan malam. Setelah selesai semua garis dari proses canting tadi, siap untuk proses selanjutnya, pencabutan warna.

Pencabutan warna adalah sebuah proses pengembalian batik ke warna asal kain, yaitu putih. Biasanya digunakan semacam bahan pemutih kain, hidro pk atau kapurit dan HCl. Tetapi sebaiknya dipilih kapurit dan HCl saja, karena seringkali kain akan rusak jika menggunakan hidro pk karena campurannya mungkin terlalu banyak.

Untuk proses ini perlu disiapkan dua ember air. Larutkan kapurit 50 gr ke dalam air 15 liter, aduk hingga rata, bagi ke dalam dua ember dengan sama banyak. Masukkan HCl 5 ml ke salah satu ember tadi (ember 2), sebaiknya dilakukan di halaman terbuka, karena proses ini akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dan cukup berbahaya bagi pernafasan. Masukkan kain yang sudah dicanting ke dalam ember pertama, setelah 10 menit kain hitam akan mulai pudar hingga berwarna krem, apabila dikehendaki menjadi putih bersih lagi masukkan ke ember 2, dalam sekejap kain akan kembali menjadi putih kembali. Bilas dengan air bersih hingga tak berbau, perlu dicatat di sini, apabila kurang bersih maka serat kain sering kali rusak. Keringkan dan siap ke proses selanjutnya. Repot banget ya? Mungkin tehnik selanjutnya lebih mudah.

Cara kedua, adalah membiarkan garis hitam sampai diakhir proses atau menghindarkannya dari proses canting.

Proses pewarnaan selanjutnya sama seperti pada proses pengerjaan gambar sebelumnya.> http://djogart.blogspot.com/2015/02/blog-post.html